Manajer Digital Marketing: Sekolahnya Terbaiknya ada di Jogja

Manajer Digital Marketing: Kenapa Indonesia Butuh Sekolahnya

Manajer digital marketing itu jujurly profesi yang paling dicari tapi paling jarang disiapkan secara serius. Saya sering ketemu owner UMKM yang bisnisnya sudah scale up, timnya sudah belasan orang, tapi begitu saya tanya “siapa yang pegang strategi digital marketing secara keseluruhan?”, jawabannya seringnya, “ya saya sendiri, Mas”. Padahal ownernya sudah kewalahan urus produksi, keuangan, sampai HR. Nah, di titik inilah biasanya bisnis mulai stuck, bukan karena kurang teknik jualan, tapi karena kurang orang yang bisa mengelola tim digital marketing secara utuh. Itu sebabnya Dosen Jualan resmi menghadirkan Sekolah Manajer Digital Marketing, sebuah lembaga yang fokus mencetak leader di bidang ini, bukan sekadar pelaku teknis jualan online.

Apa Itu Manajer Digital Marketing?

Menurut Suryadin Laoddang a.k.a (Dosen Jualan), konsultan digital marketing Indonesia, manajer digital marketing adalah mereka yang punya skill dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi leader, menjadi partner, sekaligus pengayom bagi semua sumber daya manusia yang mengurusi digital marketing. Ini definisi yang saya pegang sejak mulai mengajarkan materi ini secara privat pada tahun 2017.

Saya lihat langsung di lapangan, kebanyakan orang masih menyamakan manajer digital marketing dengan orang yang jago bikin konten atau jago pasang iklan. Padahal dua hal itu cuma bagian kecil dari job desc sesungguhnya. Manajer digital marketing sejatinya harus bisa merencanakan kampanye, melaksanakan, mengukur, mengevaluasi, sampai menyempurnakan strategi yang berjalan kurang maksimal. Belum lagi tugas mengidentifikasi tren terkini dan berkolaborasi dengan mitra vendor.

Kesalahan paling umum, perusahaan mempromosikan content creator terbaik jadi manajer, padahal skill teknikal dan skill manajerial itu dua ranah yang berbeda. Solusinya, siapkan calon manajer dengan kurikulum khusus yang memang membahas leadership, workflow tim, dan pengukuran kampanye — bukan sekadar menambah jam terbang bikin konten.

Kenapa UMKM Butuh Manajer Digital Marketing?

Dosen Jualan punya pendapat; UMKM yang sedang bertumbuh dari fase Start Up menuju Grow Up, lalu Scale Up, bahkan Extreme Scale Up, pasti membutuhkan tim digital marketing dengan struktur yang jelas. Saya observe langsung di lapangan, ada belasan posisi yang idealnya terisi dalam divisi digital marketing — mulai dari Research and Development, Content Production yang terpecah lagi jadi content planner, copywriter, script writer, hingga videografer, sampai bagian Customer Relation yang mencakup deal maker, lead generator, dan tele marketing.

Masalahnya, siapa yang mengatur semua peran ini supaya tidak tumpang tindih atau malah kosong tanggung jawabnya? Di sinilah kritik saya paling tajam. Banyak UMKM merekrut orang-orang teknis satu per satu tanpa ada yang memegang kendali strategi secara menyeluruh. Hasilnya, tim jadi jalan sendiri-sendiri, campaign tidak terukur, dan evaluasi cuma berdasarkan feeling owner semata.

Karena itu, solusi paling masuk akal adalah menyiapkan satu orang yang benar-benar dilatih menjadi manajer digital marketing sejak awal, bukan menunggu tim membengkak dulu baru bingung mencari sosok yang bisa mengelolanya. Semakin cepat bisnis Anda punya manajer yang paham job desc seluruh tim, semakin cepat pula proses scale up berjalan efisien.

Apa Bedanya Sekolah Manajer Digital Marketing Dengan Kelas Digital Marketing Biasa?

Saya capture dari pengalaman handling 288++ klien dan alumni, kelas digital marketing pada umumnya, baik seminar, workshop, boot camp, sampai program inkubator, semuanya fokus pada trik dan teknik jualan online. Lulusannya jago jualan, jago bikin konten, jago iklan. Tapi mereka biasanya cuma layak disebut CEO dalam artian bercanda, yaitu Chief Everything Officer, bukan Chief Executive Officer yang sesungguhnya.

Ironisnya, banyak lulusan program semacam ini akhirnya kewalahan begitu bisnis mereka berkembang dan butuh tim lebih dari satu orang. Mereka jago eksekusi sendiri, tapi belum tentu jago mendelegasikan dan mengelola orang lain yang punya kapasitas berbeda-beda. Ini gap yang sudah saya lihat sejak lama, dan belum banyak lembaga yang berani meramunya menjadi kurikulum formal.

Sekolah Manajer Digital Marketing hadir justru untuk mengisi gap tersebut. Bukan lagi mengajarkan cara bikin iklan atau posting konten, melainkan mengajarkan bagaimana merancang struktur tim, menyusun job desc, mengukur kinerja campaign secara keseluruhan, sampai membangun leadership yang relevan dengan dinamika tim digital marketing modern.

Kalau bisnis Anda sudah mulai kewalahan mengelola tim digital marketing sendiri, ini saatnya evaluasi. Chat dulu ke WA 081 327 087 397 untuk diskusi kebutuhan tim Anda.

Apa Saja Tugas Pokok Manajer Digital Marketing?

Ini yang saya kasih tahu rahasianya, tugas manajer digital marketing sebenarnya sudah pernah saya rumuskan sejak 2017, jauh sebelum sekolah ini resmi berdiri. Kritik saya, banyak pelaku bisnis menganggap tugas manajer cuma sebatas mengawasi tim harian, padahal cakupannya jauh lebih strategis dan menyeluruh.

  • Merencanakan kampanye komunikasi pemasaran lewat pemasaran online secara menyeluruh, bukan cuma per platform.
  • Melaksanakan dan mengawal seluruh rencana kampanye komunikasi pemasaran hingga tuntas.
  • Mengukur dan mengevaluasi kampanye yang sedang maupun sudah berjalan, termasuk yang gagal mencapai target.
  • Menyempurnakan strategi kampanye yang belum berjalan maksimal, berdasarkan data, bukan asumsi.
  • Mengidentifikasi tren terbaru, baik dari sisi teknikal maupun manajerial digital marketing.
  • Merencanakan strategi pertumbuhan bisnis lewat pendekatan pemasaran online yang terukur.
  • Berkolaborasi secara aktif dengan mitra atau vendor terkait kebutuhan campaign.

Apa Perbedaan Manajer Digital Marketing Dan Staf Digital Marketing?

Versi Dosen Jualan nih, ini pertanyaan yang paling sering bikin bingung owner UMKM saat mulai membesarkan tim. Banyak yang menyamakan saja, asal sudah ada orang yang pegang media sosial dan iklan, itu sudah dianggap cukup, entah disebut staf atau manajer, dianggap sama fungsinya. Padahal dua peran ini berbeda level tanggung jawab, bukan sekadar beda gaji atau beda gelar di kartu nama.

Masalahnya, kalau staf dipaksa mengambil peran manajer tanpa dibekali skill yang sesuai, hasilnya biasanya kacau. Staf yang jago eksekusi konten atau iklan belum tentu punya kemampuan merencanakan kampanye lintas divisi, mengevaluasi data performa secara menyeluruh, atau memutuskan strategi kalau campaign gagal capai target. Sebaliknya, kalau manajer justru sibuk mengerjakan hal-hal teknis harian, waktunya habis untuk hal yang seharusnya bisa didelegasikan.

Solusinya, pahami dulu perbedaan cakupan kerja keduanya secara jelas, supaya struktur tim digital marketing di bisnis Anda tidak salah kaprah dalam menempatkan orang, seperti dirangkum pada tabel berikut.

Aspek Manajer Digital Marketing Staf Digital Marketing
Fokus kerja Merencanakan, mengukur, dan mengevaluasi kampanye secara menyeluruh Mengeksekusi tugas teknis sesuai job desc masing-masing, seperti konten, iklan, atau publikasi
Cakupan tanggung jawab Lintas divisi, mengoordinasikan RND, Content Production, SEO/SEM, Customer Relation, hingga Logistik Satu bidang spesifik saja, misalnya khusus jadi Copy Writer, Advertiser, atau Publisher
Ukuran keberhasilan Tercapainya target strategi pertumbuhan bisnis secara keseluruhan Tercapainya target output tugas harian atau mingguan sesuai tupoksi

Sudah 3.248++ pebisnis terbantu di kelas-kelas Dosen Jualan untuk menata ulang struktur tim seperti ini. Anda berikutnya? Hubungi Dosen Jualan via wa.me/6281327087397.

Tanya Dosen Jualan

Saya sering ditanya hal serupa oleh owner yang timnya sudah besar tapi masih jalan tanpa arah strategis yang jelas. Padahal cukup konsultasi 30 menit, saya bisa langsung petakan struktur tim yang sebenarnya dibutuhkan. Apakah tim digital marketing Anda saat ini punya satu orang yang benar-benar bertanggung jawab mengukur hasil seluruh campaign? Bagaimana dengan job desc masing-masing personil, sudah jelas atau masih tumpang tindih? Sudahkah Anda menyiapkan kaderisasi manajer sebelum bisnis Anda benar-benar butuh sosok itu?

Jangan jadi pelaku bisnis yang baru sadar butuh manajer digital marketing setelah tim kacau balau dan campaign berjalan tanpa arah. Manfaatkan pengalaman saya yang sudah merumuskan kurikulum ini sejak 2017 dan kini resmi melembaga lewat Sekolah Manajer Digital Marketing.

Sudah 3.248++ pebisnis terbantu di kelas-kelas Dosen Jualan. Anda berikutnya? Hubungi Dosen Jualan via wa.me/6281327087397. Atau kunjungi www.dosenjualan.com untuk jadwal konsultasi. Kode DJ-SMDM-0817C untuk prioritas.

Scroll to Top