Saat ditemui oleh Inspirasi Usaha dirumahnya yang sekaligus Ruang Pajang dan bengkel kerjanya, gadis berperawakan kecil ini sedang menyelesaikan salah satu karyanya “The Pride Of Saoraja”, pesanan seorang Mahasiswa Pasca Sarjana UGM asal Sul-Sel di Yogyakarta. Untuk membuat desain ini, Khilya harus membaca beberapa literatur budaya tentang budaya Bugis khususnya arsitektur rumah Saoraja, rumah adat Bugis.
Inspirasi dan desain dari etnik lainnya dapat diperolah Khilya dengan cara rajin menyambangi pementasan seni di Yogyakarta. Hal ini mungkin, mengingat setiap sebulan sekali dipastikan ada pementasan seni daerah di Yogyakarta seperti International Etnic Culture Festival, Karnaval Malioboro, Jogja Festival, Festival Nusantara dan beberapa festival lainnya. Biasanya tiap festival selalu ada penampilan tari dari berbagai daerah lengkap dengan busana adat masing-masing. Dari sanalah Khilya mendapatkan Inspirasi.
Satu desain busana membutuhkan modal awal sekitar 800 ribu, termasuk bahan baju bodo, payet, asesoris lainnya belum termasuk ongkos jahit. Harga yang di tentukan tergantung kerumitan desain Khilya ataupun dapat menyesuaikan anggaran dana yang ada dari konsumen.
Untuk memasarkan karyanya, Khilya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut. “Biasanya konsumen saya akan cerita ke teman-temannya yang lain”, jelas Khilya. Selain itu ia juga menjalin kerjasama dengan para jaringan reseller-nya yang banyak mengandalkan model jualan on-line. Diluar musim wisuda, Khilya menyiasatinya dengan membuat Mukena dan pakaian khusus untuk anak dibawah 12 tahun. Produksi model ini sudah ada pembeli grosir tetap, tapi margin keuntungannya sangat tipis mengingat persaingan pada produk ini sangat banyak.
Kendala terbesar yang harus dihadapi oleh Khilya adalah pasokan bahan baku dan permodalan serta SDM yang berkualitas. Konsumen lebih memilih bahan dari bahan kain tenun dibanding buatan pabrik berupa tekstil, meski harganya lebih mahal. Saat ini pasokan kain tenun di Indonesia makin berkurang. Kalaupun ada jumlah sangat terbatas dan mahal, saat ini Khilya mengandalkan pasokan kain tenun dari Troso Jepara. Khilya dapat dihubungi di nomor ponsel 085-641-710-370
Ilustrasi Bisnis ( Per Satu Desain )
|
Bahan Atasan
|
Rp. 300.000,-
|
|
|
Bahan Bawahan
|
Rp. 200.000,-
|
|
|
Bordir dan Payet
|
Rp. 100.000,-
|
|
|
Biaya Operasional
|
Rp. 200.000,-
|
|
|
Sub Total
|
Rp. 800.000,-
|
|
|
|
|
|
|
Harga Jual Busana
|
|
Rp. 1.500.000,-
|
|
Keuntungan Bersih
|
|
Rp. 700.000,-
|
FOTO : Koleksi “Folkloric Nusantara”,
